PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG
DINAS
BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI
Anggaran Terbatas, Gubernur Lampung Tetap Penuhi Aspirasi Warga Lampung Utara Perbaiki Jalan
15 December 2021
Dilihat 254 kali
pembangunanjalan, lampungberjaya, dinasbmbklampung
Image Anggaran Terbatas, Gubernur Lampung Tetap Penuhi Aspirasi Warga Lampung Utara Perbaiki Jalan
Image Anggaran Terbatas, Gubernur Lampung Tetap Penuhi Aspirasi Warga Lampung Utara Perbaiki Jalan
Image Anggaran Terbatas, Gubernur Lampung Tetap Penuhi Aspirasi Warga Lampung Utara Perbaiki Jalan
Image Anggaran Terbatas, Gubernur Lampung Tetap Penuhi Aspirasi Warga Lampung Utara Perbaiki Jalan

BMBK Lampung, KOTABUMI--Di tengah keterbatasan anggaran perbaikan jalan akibat refocusing anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tetap memenuhi aspirasi masyarakat Lampung Utara untuk perbaikan jalan. Melalui APBD 2021, Gubernur memprioritaskan tiga perbaikan jalan yang dinilai mendesak di Lampung Utara.

Ketiga ruas jalan milik provinsi itu yakni Negara Ratu-Simpang Tujok, Kotabumi-Ketapang, dan Negara Ratu-Simpang Soponyono. Salah satu ruas yang paling banyak dikeluhkan masyarakat yakni Negara Ratu-Simpang Soponyono, terutama di Desa Negara Ratu, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara.

Menurut Awal, pelaksana proyek, jalur ini awalnya mirip kolam ikan lele. "Jalan ini rusak berat bahkan kata warga di sini bisa dibuat kolam lele," kata Awal.

Jalan ini banyak dilalui kendaraan bertonase tinggi yang mengangkut hasil bumi seperti singkong, tebu, dan tandan buah segar kelapa sawit. Menurut Awal, tak sedikit kendaraan membawa muata melebihi tonase. Seharusnya tonase 26 ton, tapi truk dipaksa membawa muatan hingga 30 ton.

Atas kondisi itu, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung memutuskan rekonstruksi jalan di koridor II-1 dengan perkerasan rigid beton. Menurut Kepala Dinas BMBK Lampung, Ferbrizal Levi Sukmana, perkerasan rigid beton dipilih karena di kiri kanan jalan terdapat lahan sawah dan singkong yang membuat jalan cepat rusak jika tetap menggunakan perkerasan aspal.

"Selain itu, bahu jalan lebih tinggi dari badan jalan. Sehingga, ketika musim hujan, air tergenang di jalan. Dengan perkerasan rigid beton ini, badan jalan menjadi lebih tinggi dari bahu jalan, sehingga air tak lagi menggenang saat hujan," kata Levi.

Total panjang jalan yang direkontruksi mencapai 425 meter dengan lantai kerja 10 sentimeter, dan tinggi rigid beton 30 sentimeter. Selain itu, di sisi kiri kanan jalan juga dibangun siring penampung air agar tak menggenani badan jalan saat hujan.

Pihak rekanan, kata Levi, saat ini masih mengerjakan rekonstruksi jalan tersebut dan menurut kalender kerja ditargetkan rampung 15 Desember 2021. Secara umum, perbaikan jalan ini rampung akhir Desember dan awal Januari 2022 bisa dimanfaatkan masyarakat, terutama warga Lampung Utara yang hendak menuju Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan. (*)